Bahan Pengganti Halon Untuk Fire Extinguisher

September 4th, 2007 | fire extinguisher

Penggantian Halon

HARC ( Halon Alternatives Reseach Corporation ) adalah suatu badan yang ditunjuk oleh NFPA untuk membuat rekomendasi bahan dan pabrikan mana saja yang di pakai sebagai bahan pengganti halon. HARC sudah berdiri sejak Th. 1989. Bahan bahan tersebut diantaranya adalah NAFP IV yang merupakan produk dari Safety Hytech. Bekerja sama dengan PT. Servvo Indonesia sebagai agen / distributor resmi NAFP IV maka kami menghadirkan pemadam api berkualitas dengan bahan bebas halon untuk anda.

NAF P IV adalah pemadam yang aman buat manusia dan lingkungan ( bebas halon ). Segala produk kami telah dilengkapi oleh sertifikasi, msds dan administrasi yang jelas. Apabila anda membutuhkan bahan tersebut, silahkan menghubungi kami.

64 Comments »

VESDA – AIR SAMPLING SMOKE DETECTION

September 4th, 2007 | Vesda

Apakah VESDA itu ?

VESDA merupakan singkatan dari Very Early Smoke Detection Aparatus. VESDA merupakan suatu detektor asap yang sangat unik dan spesifik karena tidak memakai detektor titik tetapi merupakan satu detektor unit yang dilengkapi dengan aspirator (penyedot) dan tidak memakai instalasi kabel untuk area yang diproteksi tetapi memakai pipa yang dilengkapi dengan lubang pada titik titik yang telah ditentukan.

VESDA merupakan leader dibidang Air Sampling Detektor yang telah diproduksi di Australia lebih dari 30 tahun. Untuk menjamin mutunya maka VESDA dilengkapi dengan standarisasi dari UL, FM, ULC (Canada), LPCB (Eropa),SSL (Australia) dll.

VESDA diciptakan untuk menjawab kebutuhan proteksi terhadap bahaya kebakaran, terutama pada tempat tempat yang sulit diproteksi oleh detektor biasa, misalnya tempat yang sangat bersih maupun tempat yang sangat kotor.

Beberapa tempat yang sangat cocok menggunakan VESDA adalah :

  1. Tempat yang mempunyai nilai tinggi dan penting untuk dijaga kelangsungan kerjanya, misalnya : ruang telekomunikasi, power generator
  2. Tempat yang sangat sulit untuk mendeteksi adanya asap, misalnya : ruang server, ruang Panel Distribusi listrik ataupun gudang yang tinggi
  3. Tempat yang sangat sulit untuk melakukan maintenance, misalnya : dalam ducts, ceiling, rest floor maupun gudang yang tinggi ataupun ruang produksi yang dibawahnya terdapat mesin
  4. Tempat tempat yang sangat memperhatikan estetika, dan detektor tidak boleh terlihat, misalnya ri ruang seni maupun museum, tempat ibadah
  5. Tempat yang ramai dan membutuhkan waktu lama untuk mengevakuasi, misalnya pusat perbelanjaan, stadion, rumah sakit
  6. Tempat yang sangat sulit untuk mendeteksi asap, misalnya : Power Station, ruang yang sangat berdebu, ruang yang berasap maupun ruang yang terbuka.
  7. Ruang yang memakai Fire Suppression, misalnya ruang server / EDP maupun ruang telekomunikasi

83 Comments »

Mengenal Tipe – tipe Detektor

September 4th, 2007 | fire alarm

Perlu sekali untuk mengetahui prinsip kerja beberapa detector karena sumber api dan bagaimana api timbul mempunyai beberapa karakteristik. Penentuan jenis detector yang dipakai yang paling tepat adalah saat bangunan tersebut dibangun dan diketahui peruntukannya. Misalnya pemakaian detector akan sangat berbeda antara bangunan yang dipakai untuk gudang, gedung perkantoran ataupun sebagai hotel.

 

Ada dua tipe utama yaitu smoke ( yang terdiri dari ion dan photo ) dan heat detector.  Apabila suatu detector merupakan kombinasi dari semua sensor diatas maka disebut multi criteria detector ( Notifier menyediakan )

 

Sensor ( Chamber ) pada detector ion terdiri dari dua buah Plat yang bermuatan listrik dan bahan radioactive diantara plat positive dan negative. Tumbukan antar molekul, menyebabkan terjadinya ion positif dan negative. Ion tersebut akan tertarik kearah kedua plat dan menyebabkan arus dengan suatu nilai tertentu. Apabila chamber terkena asap maka partikel ion akan berubah sesuai asap yang masuk, masuknya asap sampai suatu nilai tertentu akan detector bekerja.

 

Sensor Ion dapat bereaksi cepat pada bahan bahan yang dapat terbakar dengan cepat, misalnya ruangan bahan kimia, dengan partikel 0,01 sampai dengan 0,3 micron, tapi tipe ion tidak terlalu cocok untuk tempat yang tinggi, pergerakan udara yang cepat dan dekat dapur.

 

Photoelectric sensor secara terus menerus memancarkan cahaya ke sebuah diode penerima, apabila kekuatan cahaya berkurang sampai nilai tertentu karena terhalang oleh banyaknya asap yang masuk kedalam detector akan terjadi alarm. Selain cara tersebut ada photo smoke yang memakai system pemantulan, apabila ada asap yang masuk maka asap tersebut akan memantulkan cahaya ke penerima. Apabila cahaya yang diterima mencapai nilai tertentu maka akan terjadi Alarm. Photo electric sangat cepat bekerja pada partikel smoke antara 0,3 sampai dengan 10 micron. Photo smoke detector sangat peka pada smoke yang berwarna putih. Pada asap yang berwarna hitam photosmoke mudah terjadi alarm palsu (false alarm).

 

Heat detector ada dua macam yaitu ROR dan Fixed Detektor. ROR akan bekerja berdasarkan kenaikan suhu yang terjadi , sedang fixed detector mempunyai satu nilai tertentu untuk alarm ( misalnya 57 deg Celcius ). Untuk ruangan yang sudah cukup panas ROR tidak cocok digunakan karena mudah terjadi false alarm.

 

Perlu diperhatikan juga bahwa debu yang menempel pada chamber menyebabkan kepekaan dari detektor tidak sesuai standard lagi sehingga detector manjadi lebih sensitif yang dapat menyebabkan seringnya terjadi false alarm. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perawatan berkala pada detector yang ada.

 

Sumber : Global View no 1 th 2004 - Notifier

70 Comments »

Apa yang dapat kita lakukan apabila terjadi kebakaran?

September 4th, 2007 | fire extinguisher

fireext.gif

  1. Matikan sumber api ataupun bahan yang dapat menyebabkan api, misalnya listrik bila api berasal dari arus hubung singkat, atau tutup kran gas pada industri yang memakai gas.
  2. Pindahkanlah segera bahan bahan disekitarnya yang dapat membuat api semakin membesar (mengisolir), “apabila tidak membahayakan diri kita”
  3. Panggil Pemadam kebakaran setempat, telp 113
  4. Berusaha dipadamkan dengan peralatan pemadam yang ada secepat mungkin. Oleh karena itu perlu sekali kita berlatih untuk memakai pemadam secara kontinyu dan memilih jenis pemadam yang sesuai dan bermutu, karena dalam proses terjadinya kebakaran kecepatan pemadaman sangat menentukan

83 Comments »

Dasar Dasar Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

September 4th, 2007 | fire extinguisher

Bagaimana Api Bisa Terjadi?

Api adalah suatu reaksi kimia yang merupakan hasil dari bertemunya unsur Oksigen (O2), Bahan bakar dan Panas. Ketiganya ini dikenal dengan segitiga api. Panas yang menyebabkan terjadinya api adalah panas dengan tingkat suhu tertentu tergantung bahan yang ada, dan Oksigen adalah unsur yang menyempurnakan terjadinya api. Dengan meniadakan salah satu dari ketiga bahan tersebut maka api akan padam. Untuk tindakan preventif maka kita harus mencegah bertemunya ketiga bahan tersebut.

220px-fire_trianglesvg.png

Apakah gunanya Alat Pemadam Api ( Fire Extinguisher ) ?

Pada dasarnya semua kerja dari alat pemadam api adalah membantu untuk meniadakan atau menghilangkan salah satu atau lebih dari ke 3 unsur diatas. Oleh karena itu perlu sekali untuk mempunyai pengetahuan mengenai bagaimana memilih alat pemadam api yang tepat. Berikut adalah tabel pemilihan bahan alat pemadam api berdasarkan bahan yang akan diproteksi .

fireextchart.jpg

Dari Tabel diatas kita harus bisa memperkirakan area atau tempat yang akan kita proteksi lebih dominan memakai bahan apa. Misalnya untuk ruangan elektronik lebih baik apabila kita memakai Pemadam yang berbahan gas ( terutama untuk peralatan yang bernilai tinggi ) atau minimal powder. Jangan sampai kita memakai foam yang berupa cairan, akan mengakibatkan hubungan singkat dan kerusakan pada peralatan elektronik kita. Atau sebaliknya untuk daerah berminyak kita harus memakai foam karena foam dapat menutup area minyak dan mencegah O2 masuk. Kalau kita hanya mengandalkan air untuk area yang berminyak maka dapat berakibat fatal karena api akan menjalar diatas air.

No Comments »