Tips Pengecekan Smoke Detector

April 10th, 2008 | fire alarm

freesmokedetector.jpgSebelum melakukan pengecekan smoke detector kita harus mengetahui terlebih dahulu system Fire Alarm yang Bapak punya. Apakah sistem konvensional atau sistem addressable/intelligent.

Untuk intelligent system biasanya dilengkapi dengan fasilitas untuk melihat berapa banyak kotoran yang menempel pada smoke detektor. Dan biasanya harus diprogram fungsi maiintenance alert pada panel. Misalnya diset pada angka 70% maka panel akan memberitahu detektor mana saja yang perlu dibersihkan. Apabila tidak ada maka Bapak bisa memakai acuan sekitar 70 - 80% kekotorannya sebagai standard suatu detektor perlu di bersihkan.

Untuk type konvensional mau tidak mau harus dilakukan pengecekan secara visual karena detektor ini hanya mempunyai 2 kondisi, bekerja atau tidak. Detektor harus dibuka dan dibersihkan memakai kompressor ringan dan bahan yang tidak menghantar. Kalau hanya untuk melihat bekerja atau tidak beberapa merk memungkinkan dilakukan pengecekan memakai magnet.

Waspadai beberapa detektor yang sering mengalami false alarm dan lakukan pengetestan secara berkala. Minimal acak dibeberapa tempat.

34 Comments »

Standarisasi pada Peralatan Fire Protection

March 6th, 2008 | fire extinguisher, fire alarm

Penentuan Standarisasi diperlukan karena menyangkut :

~ Mutu / kualitas

~ Kompatibility (keseragaman) dengan peralatan lain.

~ Menunjang standard system yang di anjurkan oleh NFPA

Untuk memenuhi kriteria diatas perlu di pilih suatu produk Fire Alarm yang benar-benar mempunyai standard Internasional. Untuk standarisasi pemasangan ataupun kemampuan peralatan Fire Alarm yang sudah diakui oleh dunia adalah NFPA (National Fire Protection Association). Sedangkan badan independent yang diakui dunia untuk melakukan pengetestan produk Fire Alarm adalah UL (Underwriters Laboratories). Dalam sejarah dari NFPA sendiri bisa dilihat bahwa memang kedua badan ini mempunyai hubungan yang erat dan tentunya mereka akan saling mendukung dalam pengembangan Standarisasi Fire Alarm untuk tahun tahun mendatang. Dengan kata lain apabila anda membeli produk dengan standarisasi pengetesan oleh UL (dibuktikan dengan label sertifikasi) hampir dapat dipastikan bahwa anda akan mendapatkan produk yang memenuhi standard NFPA. Untuk Eropa ada juga standar LPC.

44 Comments »

Bagaimana Menentukan Suatu Sistem Proteksi Terhadap Bahaya Kebakaran

January 4th, 2008 | vesda fire alarm, fire suppression, fire extinguisher, fire alarm

Untuk menentukan dan mendesain suatu sistem proteksi terhadap bahaya kebakaran kita harus mempertimbangkan beberapa hal:

1.  Anda harus menetukan dan mempunyai gambaran garis besar perkembangan industri atau lokasi anda. Ini sangat penting agar sistem yang akan anda pasang. Ini akan sangat membantu sehingga anda dapat membangun suatu sistem pencegahan kebakaran secara step by step. Anda akan bisa menghemat biaya, tetapi disamping itu setiap tahap yang anda kerjakan nantinya dapat dikombinasikan atau sekarang sudah banyak yang dapat di network seperti halnya jaringan LAN di Komputer. Berkonsultasilah dengan konsultan yang anda punya agar anda tidak perlu membuang dana kembali bila ternyata apa yang anda pasang sudah tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi atau lebih parah lagi spare part dan tipe yang anda beli sudah tidak diproduksi lagi.

2 . Hitunglah dana dengan seksama, dengan sistem yang baik anda bisa membuat suatu sistem proteksi atau pencegahan terhadap bahaya kebakaran yang efisien dan tidak harus mahal. Tetapi tentunya yang paling penting adanya balance antara dana dengan efektifitas. Jangan sampai juga anda mengeluarkan dana yang murah tetapi efektifitasnya kurang. Atau sebaliknya lebih parah lagi, anda membeli barang yang mahal tetapi tidak efektif.

3. Anda harus tahu di tiap tiap daerah dari lokasi pabrik anda (bila itu pabrik) bahan apa saja yang disimpan, khususnya bahan yang mudah terbakar. Suatu sistem pencegah kebakaran yang baik harus bisa menyesuaikan dengan kondisi tiap area. Misalnya pada area yang panas, kita memakai detektor panas (heat detektor), maka akan sering terjadi false alarm atau alarm palsu.

4. Aturlah dengan baik seluruh sistem penyimpanan ataupun peletakan benda didalam tiap lokasi dengan baik untuk menghindarkan dari resiko kebakaran. Dengan demikian anda akan dapat menghemat pula biaya yang harus dikeluarkan.

5. Standar dan kualitas mutu barang harus anda perhatikan juga, tetapi harus diingat bahwa kualitas bagus tanpa desain dan perencanaan yang efektif akan sia sia, Suatu disain yang baik, efektif, efisien hanya akan anda peroleh apabila anda terbuka untuk berdiskusi dengan vendor vendor yang  anda punya. Kadang nama besar saja tidak cukup, dari diskusi itulah anda akan bisa melihat kualitas yang nantinya ujung ujungnya harus bisa memberikan solusi buat permasalahan anda.

Semoga apa coba kami samapaikan dapat bermanfaat buat anda

Salam

Yohanes

34 Comments »

Mengenal Tipe – tipe Detektor

September 4th, 2007 | fire alarm

Perlu sekali untuk mengetahui prinsip kerja beberapa detector karena sumber api dan bagaimana api timbul mempunyai beberapa karakteristik. Penentuan jenis detector yang dipakai yang paling tepat adalah saat bangunan tersebut dibangun dan diketahui peruntukannya. Misalnya pemakaian detector akan sangat berbeda antara bangunan yang dipakai untuk gudang, gedung perkantoran ataupun sebagai hotel.

 

Ada dua tipe utama yaitu smoke ( yang terdiri dari ion dan photo ) dan heat detector.  Apabila suatu detector merupakan kombinasi dari semua sensor diatas maka disebut multi criteria detector ( Notifier menyediakan )

 

Sensor ( Chamber ) pada detector ion terdiri dari dua buah Plat yang bermuatan listrik dan bahan radioactive diantara plat positive dan negative. Tumbukan antar molekul, menyebabkan terjadinya ion positif dan negative. Ion tersebut akan tertarik kearah kedua plat dan menyebabkan arus dengan suatu nilai tertentu. Apabila chamber terkena asap maka partikel ion akan berubah sesuai asap yang masuk, masuknya asap sampai suatu nilai tertentu akan detector bekerja.

 

Sensor Ion dapat bereaksi cepat pada bahan bahan yang dapat terbakar dengan cepat, misalnya ruangan bahan kimia, dengan partikel 0,01 sampai dengan 0,3 micron, tapi tipe ion tidak terlalu cocok untuk tempat yang tinggi, pergerakan udara yang cepat dan dekat dapur.

 

Photoelectric sensor secara terus menerus memancarkan cahaya ke sebuah diode penerima, apabila kekuatan cahaya berkurang sampai nilai tertentu karena terhalang oleh banyaknya asap yang masuk kedalam detector akan terjadi alarm. Selain cara tersebut ada photo smoke yang memakai system pemantulan, apabila ada asap yang masuk maka asap tersebut akan memantulkan cahaya ke penerima. Apabila cahaya yang diterima mencapai nilai tertentu maka akan terjadi Alarm. Photo electric sangat cepat bekerja pada partikel smoke antara 0,3 sampai dengan 10 micron. Photo smoke detector sangat peka pada smoke yang berwarna putih. Pada asap yang berwarna hitam photosmoke mudah terjadi alarm palsu (false alarm).

 

Heat detector ada dua macam yaitu ROR dan Fixed Detektor. ROR akan bekerja berdasarkan kenaikan suhu yang terjadi , sedang fixed detector mempunyai satu nilai tertentu untuk alarm ( misalnya 57 deg Celcius ). Untuk ruangan yang sudah cukup panas ROR tidak cocok digunakan karena mudah terjadi false alarm.

 

Perlu diperhatikan juga bahwa debu yang menempel pada chamber menyebabkan kepekaan dari detektor tidak sesuai standard lagi sehingga detector manjadi lebih sensitif yang dapat menyebabkan seringnya terjadi false alarm. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perawatan berkala pada detector yang ada.

 

Sumber : Global View no 1 th 2004 - Notifier

35 Comments »